Ratusan Siswa di Karo Diduga Keracunan MBG, Mulut Gatal dan Sesak

Tenaga medis memberi perawatan kepada siswa yang diduga mengalami keracunan usai menyantap menu MBG di Kabupaten Karo.

Karo – Ratusan murid di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, diduga mengalami keracunan setelah menyantap makan bergizi gratis (MBG), Kamis (13/8/2026) pagi. Sedikitnya, para siswa dari lima sekolah mengalami hal sama dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang dikelola Kodom.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Sumut Wilayah IV, Zulkarnain Barus mengatakan, 265 murid dari tiga sekolah tingkat SMA/SMK mengalami gejala setelah menyantap menu MBG.

banner 325x300

“Sekolah kita ada tiga, SMAN 1 Berastagi, SMK Swasta Bersama, SMA Swasta Bersama,” kata Zulkarnain Barus saat dihubungi, Kamis (13/8/2026).

Rinciannya, sebanyak 202 murid SMAN 1 Berastagi, 25 murid SMA Swasta Bersama, dan 38 murid SMK Swasta Bersama dilaporkan mengalami gejala tersebut.

Menurut Zulkarnain, menu MBG yang dibagikan terdiri dari sayur kol, wortel, dan gulai ikan dencis. Berdasarkan dugaan sementara dari siswa, ikan dencis menjadi salah satu makanan yang diduga berkaitan dengan munculnya gejala.

“Kalau menunya tadi saya lihat itu, sayurnya sayur kol, wortel sama kol, kemudian ikannya dencis, gulai. Diperkirakan itu dari ikan dencis, itu perkiraan sementara dari siswa. Begitu dimakan, langsung gatal-gatal mulut dan kulitnya, serta mengalami sesak,” jelasnya.

Mengalami Sesak

Selain tiga sekolah tingkat SMA/SMK, dugaan keracunan juga dilaporkan terjadi di dua sekolah menengah pertama (SMP), yakni SMP Negeri 3 Kabanjahe dan SMP Swasta Bersama.

Zulkarnain mengatakan kedua sekolah tersebut juga menerima makanan dari SPPG yang sama. “SMP pun ada (keracunan) karena dapurnya sama, punya Kodim, tapi data siswanya belum bisa dapat kalau yang SMP,” katanya.

Para murid yang mengalami gejala kemudian dibawa ke empat rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Zulkarnain menyebut sebagian besar kondisi murid relatif stabil, meski terdapat murid yang mengalami sesak.

Sementara itu, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Regional Sumut Agung Kurniawan, membenarkan telah menerima informasi mengenai dugaan keracunan tersebut. Ia mengatakan sedang dalam perjalanan dari Medan menuju Karo untuk memastikan kondisi di lapangan.

“Informasinya seperti itu, tapi ini kita sedang menuju ke sana untuk cek keadaan sebetulnya,” kata Agung.

Agung belum dapat memastikan jumlah korban dari seluruh sekolah yang terdampak. Menurutnya, pendataan masih dilakukan dengan mengacu pada jumlah murid yang mendapatkan penanganan di rumah sakit maupun puskesmas.

Hingga berita ini ditulis, penyebab pasti dugaan keracunan masih menunggu pemeriksaan lebih lanjut. Dugaan terhadap menu ikan dencis masih bersifat sementara dan belum dapat disimpulkan sebagai penyebab insiden.

Kepala SPPG Dicopot

Sementara, Badan Gizi Nasional (BGN) mencopot Kepala SPPG terkait insiden keracunan makanan tersebut. Selain pencopotan, BGN juga menyegel dapur operasional SPPG terkait sebagai langkah administratif setelah insiden tersebut.

“Tindakan administratif juga sudah diambil, pencopotan Kepala SPPG terkait dan penyegelan dapur operasional. BGN juga memastikan kondisi mereka (siswa) dan kemudian mencari akar persoalannya,” kata Kepala BGN Sudaryono dalam Instagram resminya.

Dia menuturkan BGN juga berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Karo untuk menangani insiden tersebut. Pemeriksaan terhadap sampel sisa lauk pauk dilakukan bersama Dinas Kesehatan setempat untuk mengetahui penyebab kejadian.

“Saya telah berkoordinasi dengan Bupati Antonius Ginting, sementara pemeriksaan sampel sisa lauk pauk dilakukan bersama Dinas Kesehatan setempat,” ujarnya. (Ahmad)

Facebook Comments Box
banner 325x300